News  

Film Sayap-Sayap Patah Diangkat dari Kisah Nyata, Begini Kilas Balik Kerusuhan Berdarah Mako Brimob 2018

Film Sayap-Sayap Patah Diangkat dari Kisah Nyata, Begini Kilas Balik Kerusuhan Berdarah Mako Brimob 2018
Sumber (Kiri: Instagram Denny Siregar, Kanan: AFP/DOK.Polri)

Capcus.idFilm Sayap-Sayap Patah yang diproduseri oleh Denny Siregar merupakan kisah nyata dari tragedi berdarah yang terjadi di Rutan Mako Brimob pada 8 Mei 2018. Peristiwa ini menyebabkan lima anggota Polri gugur dan satu tahanan tewas.

Film Sayap-Sayap Patah dibintangi oleh aktor tampan Nicholas Saputra dan aktris cantik Ariel Tatum, menceritakan tentang kehidupan personil polisi dan istrinya ditengah peristiwa kerusuhan berdarah di Mako Brimob pada tahun 2018 silam.

Banyak pecinta film Indonesia yang menanti-nantikan film Sayap-Sayap Patah ini karena ingin melihat akting aktor dan aktris kesayangan mereka, Nicholas Saputra dan Ariel Tatum. Tak sedikit juga yang penasaran karena film ini diangkat dari sebuah peristiwa kelam yang sangat menggemparkan publik pada masa itu.

Film Sayap-Sayap Patah sudah tayang di bioskop mulai tanggal 18 Agustus 2022.

Kilas Balik Tragedi Rutan Mako Brimob Tahun 2018 yang Menginspirasi Film Sayap-Sayap Patah

Bersumber dari Kompas.com (8/5/2022), pada 8 Mei 2018, terjadi kerusuhan di Rutan Cabang Salemba Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Dalam peristiwa itu, 155 narapidana kasus terorisme sempat menyandera anggota polisi selama sekitar 39 jam.

Namun, mereka akhirnya menyerahkan diri pada 10 Mei 2018 pagi. Akibat peristiwa tersebut, lima anggota Polri gugur dan satu tahanan tewas.

Film Sayap-Sayap Patah Diangkat dari Kisah Nyata, Begini Kilas Balik Kerusuhan Berdarah Mako Brimob 2018 Capcus.id – Film Sayap-Sayap Patah yang diproduseri oleh Denny Siregar telah tayang di bioskop Indonesia per tanggal 18 Agustus 2022. Film yang dibintangi oleh aktor tampan Nicholas Saputra dan aktris cantik Ariel Tatum ini menceritakan tentang kehidupan personil polisi dan istrinya ditengah peristiwa kerusuhan berdarah di Mako Brimob pada tahun 2018 silam. Banyak pecinta film Indonesia yang menanti-nantikan film ini karena ingin melihat akting aktor dan aktris kesayangan mereka, Nicholas Saputra dan Ariel Tatum. Tak sedikit juga yang penasaran karena film ini diangkat dari sebuah peristiwa yang sangat menggemparkan masyarakat pada masa itu. Film ini sudah tayang di bioskop mulai tanggal 18 Agustus 2022. Bersumber dari Kompas.com (8/5/2022), pada 8 Mei 2018, terjadi kerusuhan di Rutan Cabang Salemba Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Dalam peristiwa itu, 155 narapidana kasus terorisme sempat menyandera anggota polisi selama sekitar 39 jam. Namun, mereka akhirnya menyerahkan diri pada 10 Mei 2018 pagi. Akibat peristiwa tersebut, lima anggota Polri gugur dan satu tahanan tewas. Dikutip dari JawaPos.com (9/5/2018), kericuhan antara petugas polisi dan tahanan di Rumah Tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat pada 8 Mei 2018 diduga karena persoalan makanan. Bermula saat seorang tahanan yang menanyakan makanan pemberian dari keluarganya. Kemudian salah satu dari anggota Tahti menyampaikan bahwa titipan makanan dipegang oeh anggota lain. Mendengar hal itu, tahanan merasa kesal dan mengajak napi lainnya untuk membuat kerusuhan yang terjadi di Blok B dan C. Bahkan, ruangan penyidik pun menjadi sasaran mereka. Kepala Instalasi Forensik Rumah Sakit Polri Kombes Pol Edy Purnomo mengatakan telah memulangkan 5 jenazah anggota Polri yang sudah selesai diidentifikasi kepada pihak keluarga. Sementara itu masih ada satu jenazah yang belum berhasil diidentifikasi. Karopemnas Mabes Polri Brigjen Pol Mochamad Iqbal mengungkapkan, insiden yang terjadi di Mako Brimob Kelapa Dua telah memakan enam korban. Korban tersebut di antaranya, lima dari pihak Kepolisian dan satu narapidana. Diungkapkannya, korban yang tewas telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramatjpati, Jakarta Timur. Sementara narapidana yang tewas yaitu Benny Syamsu Tresno. Lalu untuk petugas yang masih disandera adalah Bripka Iwan Sarjana. Bersumber dari Kompas.com (10/5/2018), Bripka Iwan Sarjana akhirnya berhasil dibebaskan dalam kondisi hidup dari rutan Mako Brimob Kelapa Dua, pada Kamis (10/5/2018) dini hari. Iwan diselamatkan dalam kondisi luka-luka lebam di bagian muka dan di beberapa bagian tubuhnya. Setelah dibebaskan, Iwan langsung dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk perawatan lebih lanjut.
Salah seorang napi teroris mengangkat tangan saat keluar dari rumah tahanan cabang Salemba di kompleks Mako Brimob, Senin (10/05).(AFP/DOK.Polri)

Dikutip dari JawaPos.com (9/5/2018), kericuhan antara petugas polisi dan tahanan di Rumah Tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat pada 8 Mei 2018 diduga karena persoalan makanan.

Bermula saat seorang tahanan yang menanyakan makanan pemberian dari keluarganya. Kemudian salah satu dari anggota Tahti menyampaikan bahwa titipan makanan dipegang oeh anggota lain. Mendengar hal itu, tahanan merasa kesal dan mengajak napi lainnya untuk membuat kerusuhan yang terjadi di Blok B dan C. Bahkan, ruangan penyidik pun menjadi sasaran mereka.

  Rektor Unila Terjaring OTT KPK, Butuh Waktu 1×24 Jam untuk Tentukan Status Hukumnya

Kepala Instalasi Forensik Rumah Sakit Polri Kombes Pol Edy Purnomo mengatakan telah memulangkan 5 jenazah anggota Polri yang sudah selesai diidentifikasi kepada pihak keluarga. Sementara itu masih ada satu jenazah yang belum berhasil diidentifikasi.

Karopemnas Mabes Polri Brigjen Pol Mochamad Iqbal mengungkapkan, insiden yang terjadi di Mako Brimob Kelapa Dua telah memakan enam korban. Korban tersebut di antaranya, lima dari pihak Kepolisian dan satu narapidana.

Diungkapkannya, korban yang tewas telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramatjpati, Jakarta Timur. Sementara narapidana yang tewas yaitu Benny Syamsu Tresno. Lalu untuk petugas yang masih disandera adalah Bripka Iwan Sarjana.

Bersumber dari Kompas.com (10/5/2018), Bripka Iwan Sarjana akhirnya berhasil dibebaskan dalam kondisi hidup dari rutan Mako Brimob Kelapa Dua, pada Kamis (10/5/2018) dini hari. Iwan diselamatkan dalam kondisi luka-luka lebam di bagian muka dan di beberapa bagian tubuhnya.

Setelah dibebaskan, Iwan langsung dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk perawatan lebih lanjut.