News  

Ospek Untirta Ramai Diperbincangkan di Twitter: “Gak Boleh Minum dari Pagi sampai Sore”

Ospek di Untirta
Kolase foto: Untirta.ac.id ; twitter @sbmptnfess

Capcus.id – Beberapa kampus PTN sudah mulai memasuki masa orientasi atau yang biasa disebut ospek.

Untirta singkatan dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang terletak di Serang, Banten sedang ramai diperbincangkan oleh netizen di twitter karena ospek yang dianggap berlebihan.

Sebuah tangkapan layar utas dari akun @aimenasalma yang diposting oleh akun @arrrrd21 tersebar di twitter.

 “JUJUR untirta parah bgt ospeknya, belum ospek padahal baru TM. Adek gue bilang shalat bener-bener diburu-buruin, gaboleh minum dari pagi sampai sore, yg bawain minum mentor kelompoknya DAN itupun 1 botol diminum ramean. At least mikirlah kl skrg masih ada covid, cacar monyet”

Selain itu, tweet dari @sbmptnfess yang memosting tangkapan layar percakapan grup telegram CAMABA UNTIRTA 2022 menjadi sorotan lantaran pesan dari akun bernama Altersky yang diduga salah satu senior Untirta.

MABA SEKARANG KAYAK ANJING. CUMA DIGITUIN AJA LEMAH NGADU GITU AJA SAKIT

KAKAK DULU LEBIH PARAH DEK KALIAN TUH GAK ADA APA-APANYA. GITU AJA NGADU KE SOSMED

LEMAH AMAT LU DEK. CARI KAMPUS LAIN AJA KAO GITU. UNTIRTA GAK NERIMA MAHASISWA LEMAH

Begitulah isi tangkapan layar dari grup telegram CAMABA UNTIRTA 2022 yang diposting oleh akun @sbmptnfess.

Sontak saja tweet tersebut mendapat kecaman dari netizen.

Menurut netizen, sistem ospek dengan kekerasan fisik seperti itu tidak jamannya lagi dilakukan. Apalagi senior yang sekarang mengospek mereka adalah angkatan 2019 ke atas yang menjalani ospek secara online.

“wkwkwk lawak bgt padahal yg ngeospek sekarang juga dulu ospeknya online” tulis akun twitter @caramelsalte**

Ada juga netizen yang mengecam pemilik akun telegram Altersky tersebut. Menurutnya, ospek jangan dijadikan ajang balas dendam. Harusnya kegiatan ospek itu ada esensinya, bukan hanya untuk mengulang perlakuan tidak menyenangkan yang dulu pernah dialami.

  Natasha Wilona Satu-Satunya Orang yang Memberikan Kado saat Open House, Verrel Bramasta Sindir Sahabat dan Keluarga

“ga jelas bgt itu u altersky… kalo tau dulu begitu, ngapain diulang? ospek dijadiin tempat bales dendam? kalo ospek maba dijadiin tempat bales dendam mending bubarin aja. bikin aturan ospek tuh harus ada esensi nya, ga bisa berdasarkan “dulu gw digituin” wkwkw aneh” tulis akun @macu**

Masih banyak komentar-komentar lain dari netizen yang intinya mereka ingin menyuarakan keresahan mereka soal perpeloncoan di kampus.

Dikutip dari artikel tirto.id (9 Agustus 2019), Plonco sudah masuk ke Indonesia sejak lama dan jadi budaya sejak zaman kolonial. Dalam novel legendaris Siti Nurbaya (1920), Marah Rusli menggambarkan Samsul Bahri diplonco sebagai calon pelajar sekolah dokter Jawa (STOVIA) di kota Batavia pada awal abad lalu.

Pada zaman kolonial, istilah Belanda untuk plonco adalah ontgroening atau groentjes. Pada zaman pendudukan Jepang yang tak menyukai budaya Belanda, namanya diganti menjadi プロンコ (puronko).

Rahardjo Darmanto Djojodibroto dalam Tradisi kehidupan akademik mengartikan plonco sebagai “kepala gundul” (2004, hlm. 61).

Militer Jepang berkepala gundul dan sangat terobsesi mengguduli kepala laki-laki lain. Memang, standar kepala laki-laki ala fasis Jepang adalah botak, seperti halnya kepala Perdana Menteri Hideki Tojo. Hanya Kaisar keturunan Dewa Matahari saja yang boleh terlihat ada rambut, itu pun pendek. Cukup masuk akal jika diperkirakan istilah plonco mulai dipakai sejak zaman Jepang.

Sistem plonco adalah warisan kolonial Jepang. Kegiatan ini bahkan sudah mendapat kritikan dan penolakan sejak puluhan tahun lalu.

Masih dikutip dari tirto.id, pada era demokrasi terpimpin, Consentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia (CGMI) pernah menolak plonco. CGMI pernah tampil sebagai pahlawan bagi mahasiswa yang tidak suka atau merasa menderita karena perploncoan.

  Ironis! Rektor Unila Terima Uang Pelicin Hingga Rp4,4 Miliar untuk Meluluskan Calon Mahasiswa Unila Jalur Mandiri

Bagaimana menurut kamu? Apakah pelonco berkedok ospek masih relate untuk jaman sekarang?

Ospek di Untirta
Kolase foto: Untirta.ac.id ; twitter @sbmptnfess