News  

Kebocoran Data 1,3 Miliar Nomor HP Indonesia Diduga Bersumber dari Kominfo

Kebocoran Data 1,3 Miliar Nomor HP Indonesia Diduga Bersumber dari Kominfo
Bukti kebocoran data pribadi penduduk Indonesia dan diduga bersumber dari Kominfo (Sumber: Twitter @SRifqi)

CapCus.id – Kebocoran data kembali terjadi dan tersebar di situs online. Data pribadi yang berisi 1,3 miliar nomor HP, NIK, nama provider, dan tanggal pendaftaran bocor dan diperjualbelikan di forum online.

Hal ini terungkap dari cuitan @SRifqi yang mengunggah bukti adanya jualbeli data pribadi penduduk Indonesia. Penjual mengaku bahwa data tersebut diperoleh dari Kominfo RI.

Adanya kobocoran data 1,3 miliar nomor HP dan data pribadi lainnya (Sumber: twitter @SRifqi)

Dalam postingan di forum breached.to, seorang pengguna dengan nama Bjorka memposting data tersebut. Menurutnya, data berukuran 87GB tersebut berisi data dari 1,3 miliar pendaftar.

Datanya sendiri menurutnya berisi nomor induk kependudukan (NIK), nomor telepon, nama operator seluler, tanggal registrasi. Ia pun memberikan contoh yang bisa didapat gratis berisi dua juta pendaftar. Sementara untuk menebus data secara penuh, harganya adalah USD 50.000.

Bukti kebocoran data pribadi penduduk Indonesia dan diduga bersumber dari Kominfo (Sumber: Twitter @SRifqi)

Akun twitter #SRifqi sebagai yang pertama kali mengungkap hal ini ke Twitter membuat narasi “1,3 miliar data pendaftaran kartu SIM telepon Indonesia bocor! Data pendaftaran meliputi NIK, nomor telepon, nama penyedia (provider), dan tanggal pendaftaran. Penjual menyatakan bahwa data ini didapatkan dari Kominfo RI” cuitnya (1/9/2022).

Cuitan ini berhasil menyita perhatian publik. Banyak komentar netizen di postingan tersebut yang menceritakan pengalaman pribadi mereka yang mendapat sms spam dari nomor tidak dikenal yang terindikasi penipuan.

Masalah kebocoran data pribadi ini sangat meresahkan masyarakat. Dampak yang kini dirasakan di tengah-tengah masyarakat dengan kebocoran data ini adalah sms spam yang terindikasi modus penipuan.

Sms spam ini kebanyakan berisi link web phising, yang apabila di klik akan mengarahkan pengguna ke website scam yang bisa meretas ponsel penggunanya.

Setelah mengklik tautan tersebut, Anda bisa kehilangan akun media sosial, data pribadi bahkan dana di rekening tabungan.

  Pekerja dengan Gaji Maksimum 3,5 Juta per Bulan Terima Bansos Rp600 Ribu, Cek Namamu Disini

Karena itu perlu hati-hati apabila mendapat kiriman link tertentu untuk kemudian diminta untuk mengkliknya.

Tanggapan Kominfo Terkait Kebocoran Data Nomor HP

Dikutip dari DetikInet (1/9/2022), Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate, membantah tuduhan dugaan kebocoran data pendaftaran kartu SIM prabayar seluler itu berasal dari mereka atau Kominfo. Johnny pun berjanji akan segera melakukan audit untuk mencari asal usulnya.

“Yang pasti bahwa data itu tidak ada di Kominfo. Data itu tidak ada di Kominfo. Tapi atas mandat peraturan dan perundangan, Direktorat Jenderal dan Dirjen Aptika harus melakukan audit dan data itu sebenarnya apa statusnya,” kata Menkominfo di sela Digital Economy Ministers Meeting (DEMM) G20 yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, Kamis (1/9/2022).

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa aksi selanjutnya dari Kominfo adalah dengan melalukan pemeriksaan sesuai aturan. Ia juga belum dapat menentukan dari mana sumbernya, termasuk apakah berasal dari operator telekomunikasi.