News  

Dituding Kelola Dana Capres 300 Triliun, Dirut PT Taspen akan Polisikan Kamaruddin Simanjuntak

Dituding Kelola Dana Capres 300 T, Dirut PT Taspen akan Polisikan Kamaruddin Simanjuntak
ANS Kosasih (Sumber: instagram @therealstevekosasih)

Capcus.id – Pernyataan seorang pengacara yang tengah naik daun, Kamaruddin Simanjuntak, yang menyatakan bahwa Dirut PT Taspen mengelola dana capres senilai 300 Triliun menjadi perbincangan hangat.

Pernyataan tersebut disampaikan Kamaruddin Simanjuntak saat melakukan wawancara dengan wartawan terkait kasus yang tengah ditanganinya, kematian Brigadir Yosua Hutabarat.

Kamaruddin menyebutkan bahwa dana triliunan rupiah ini dikelola oleh Dirut PT Taspen bersama dengan wanita-wanitanya yang dinikahi secara ghoib dan ditempatkan di apartemen.

“Wanita-wanita ini ditaro di apartemen salah satunya di Jakarta Barat itu bintang 7. Wanita-wanita ini dititip uang dengan cara uang yang 300 triliun itu diinvestasikan lalu ada cashback dari wanita-wanita yang tidak ia nikahi secara resmi hanya secara ghoib dinikahinya,” ungkap Kamaruddin dalam video yang diunggah di kanal youtube Refly Harun (26/8/2022).

Pernyataan yang blak-blakan tersebut mendapat respon dari berbagai pihak, termasum Dirut PT Taspen saat ini yaitu Antonius Nicholas Stephanus Kosasih atau ANS Kosasih.

Bersumber dari detiknews (29/8/2022), Dirut PT Taspen ANS Kosasih akan melaporkan advokat Kamaruddin Simanjuntak ke polisi terkait tudingan pernikahan gaib hingga dana capres Rp 300 triliun. Kuasa hukum ANS Kosasih, Duke Arie Widagdo, menyebut ada dugaan pidana yang dilanggar Kamaruddin terkait pernyataannya itu.

Siapa ANS Kosasih yang menjabat sebagai Dirut PT Taspen?

Dilansir dari suara.com (29/8/2022), Sosok Antonius Nicholas Stephanus Kosasih atau ANS Kosasih mulai dikenal setelah dirinya ditunjuk sebagai Direktur Utama Taspen pada tahun 2020.

Namun awal karier yang cemerlang ANS Kosasih bukan dimulai dari menjadi Dirut PT Taspen. Pria kelahiran Jakarta, 12 Juli 1970 pun pernah menduduki beberapa jabatan penting sebelumnya.

Bersumber dari taspen.co.id, berikut ini jejak karier ANS Kosasih:

  • Direktur Utama PT TASPEN (Persero) (2020-sekarang)
  • Direktur Investasi PT TASPEN (Persero) (2019 – 2020)
  • Direktur Keuangan PT Wijaya Karya (Persero) (2016 – 2019)
  • Komisaris Utama Wika Reality (2016-2017)
  • Direktur Utama PT Transportasi Jakarta(TRANSJAKARTA) (2014-2016)
  • Direktur Keuangan Perum Perhutani (2010-2014)
  Thariq Halilintar Batal Pertemukan Fuji dengan Keluarga: “Mungkin Mommy Lagi Sibuk Banyak Kerjaan”

ANS Kosasih adalah lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada pada tahun 1992. Ia kemudian melanjutkan pendidikan S2 di Magister Manajemen Keuangan dan Investasi, Institut Pengembangan Manajemen Indonesia (IPMI), 2006.

Dirut PT Taspen, ANS Kosasih juga ternyata memiliki harta puluhan miliar yang ia laporkan ke negara.

Berdasarkan laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara di situs elhkpn.kpk.go.id, ketika menjabat sebagai Direktur di Perum Perhutani ANS Kosasih memiliki harta nyaris Rp 7 miliar, tepatnya Rp.6.993.931.173.

Kekayaannya naik dua kali lipat ketika menjabat sebagai Dirut Transjakarta. Ia tercatat memiliki harta Rp.15.615.997.484 pada tahun 2015.

Tahun 2019, ANS Kosasih memiliki Rp.32.584.452.726 ketika menjadi Direktur Keuangan PT Wijaya Karya. Setahun kemudian, ia naik jabatan ke Dirut Taspen dengan total kekayaan mencapai Rp.39.409.609.797.

Laporan LHKPN terakhir tahun 2021, menyebut Kosasih memiliki harta Rp.42.128.234.437. Hampir separuh dari total harta Kosasih ini berupa tanah dan bangunan di 7 lokasi.

Selain itu, ANS Kosasih juga melaporkan diri memiliki 2 mobil dengan senilai Rp 788 juta. Sisanya, ia mempunya harta bergerak sebesar Rp 8.412.660.000, Kas dan setara kas 14.945.238.017 dan harta lainnya Rp. 537.336.420.

Itulah beberapa informasi terkait Dirut PT Taspen, ANS Kosasih yang mendapat tudingan dari Kamaruddin Simanjuntak terkait perselingkuhan dan pengelolaan dana capres 300 Triliun.